Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2013

Pujian Rasulullah Terhadap Para Sahabat

pujian-rasulullah


Assalamualaikum Sobat Ruang....

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin share tentang Pujian pujian yang dilontarkan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalam kepada beberapa sahabat karna keutamaan yang dimiliki oleh para sahabat tersebut. Tulisan ini saya kutip dari kitab Al-Adzkar (Imam An-Nawawi) pada bab yang membahas tentang Pujian.

Sebelum kita sampai pada beberapa Pujian Rasulullah Terhadap Para Sahabat, berikut adalah pengantar masalah pada bab  Pujian pada kitab Al-Adzkar, tentang hukum memberikan pujian, dan beberapa hal yang terkait dengan Pujian.

Pujian dalam hukum islam adakalnya dilarang, adakalanya juga dibolehkan.
Para Ulama berkata : Jika orang yang di puji memiliki kesempurnaan iman, keyakinan yang baik dan jiwa yang bersih serta pengetahuan yang bersih, sehingga tidak terpesona dan tidak bisa terperdaya dengan pujian itu, dan tidak bisa mempermainkan dirinya, maka tidak haram dan tidak makruh. Jika ditakutkan timbulnya sesuatu diantara perkara-perkara ini, maka sangat tidak disukai memujinya.

Diantara hadis yang melarang adalah hadis dalam Sahih bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asyari Radhiyallahu'anhu yang berkata : Nabi Shallallahu'alaihi Wasalam mendengar seorang lelaki memuji dan menyanjung-nyanjung seorang lainnya, Maka Beliau Bersabda : ' Kamu telah membinasakan atau Memotong punggung orang itu ( Orang yang di puji ). '

Adapun hadis yang membolehkan banyak sekali. Akan tetapi kami tunjukkan sebagiannya. Diantaranya sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalam adalah hadis Shahih kepada Abu Bakar Radhiyallahu'anhu : " Apakah sangkaanmu dengan dua orang, sedang Allah adalah yang ketiga?"

Dalam hadis lain : " Engkau tidak termasuk kedalam golongan mereka, yaitu termasuk orang-orang yang menyeret bajunya dengan sombong. "

Kepada Abu Bakar Radhiyallahu'anhu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalam bersabda : " Hai Abu Bakar, jangalah engkau menangis. Sesungguhnya orang yang paling menjaga amanat dalam persahabatan dan harta adalah Engkau. Andaikata aku harus mengangkat pendamping dari Umat-ku, niscaya ku angkat dirimu sebagai pendampingku. "

Rasulullah juga bersabda : " Aku berharap engkau menjadi salah satu dari mereka, yaitu orang-orang yang disuruh masuk syurga dari seluruh pintu syurga. "

Dalam Hadis Lain : "Suruhlah dia masuk dan beritahukanlah bahwa ia masuk surga. "

Nabi Bersabda : " Aku masuk syurga. Ketika kulihat sebuah istana, akupun bertanya : kepunyaan siapakah ini? para malaikat menjawab : Kepunyaan Umar. Aku ingin memasukinya, tapi aku ingat kecemburuanmu. Umar berkata : Demi Ayah dan Ibuku, apakah aku bisa cemburu kepadamu?"

Dalam hadis Lain : " Hai Umar, tidaklah setan berjumpa denganmu sedang engkau berjalan di satu sisi, melainkan ia berjalan di sisi yang tidak engkau lalui. "

Dalam satu kesempatan, Nabi Menyatakan : " Bukalah pintu bagi Usman, dan beritahukanlah bahwa ia masuk syurga. "

Dalam hadis Lain Beliau berkata kepada Ali Radhiyallahu'anhu : " Engkau sebagian dari padaku, dan aku sebagian daripadamu. "

Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasalam berkata kepada Ali Radhiyallahu'anhu : " Tidak senangkah engkau terhadap aku untuk menempati kedudukan seperti harun terhadap Musa?"

Dalam Hadis Lain Rasulullah Shallallahu'alaihi wasalam bersabda kepada bilal : " Aku mendengar suara sandalmu di Syurga."

Rasulullah bersabda kepada Ubay bin kaab : " Enkau mendapat kenikmatan ilmu, hai abu Mundzir."

Kepada Abdullah bin salam Rasulullah Menyatakan : " Enkau tetap diatas agama islam Hingga Mati"

Sekian pembahasan puji Pujian yang diberikan Rasulullah Terhadap para Sahabat, semoga ada hal baik yang bisa kita ambil dan menjadi bahan pembelajran berharga untuk kehidupan kita.

Dan mungkin sebagai pesan terakhir dalam postingan ini, janganlah kita sampai terpesona ketika mendapatkan pujian dan asnjungan, segera kembalikan kepada Allah, karena dia yang paling berhak di Puji, Semua milik-NYA, berasal dari-NYA, kepintaran, kekakayaan, kedudukan, kecantikan, ketampanan, dan segala kebaikan yang ada pada diri kita, dengan mengucapkan Alhamdulillah,

OoO ya sebuah hadiah puis, semoga bisa menyadarkan

Aku Takut...
Dikala Pujian datang, indah menggoda
Dikala cahaya sanjungan silaukan mata
Aku akan tertipu rasa sombong, terlena membangga


baca selengkapnya puisi di atas  Takut


Wassalamualaikum

Jumat, 07 Desember 2012

Nabi Khidir Masih Hidup?

tanya

Masih ingat kisah nabi Khidir Nabi Musa? Jika udah lupa, atau ada yang belum tahu, silahkan baca-baca dulu di sini, kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa.
Benarkah Nabi Khidir masih Hidup sampai sekarang? dimanakah keberadaannya?
berikuta adalah beberapa pendapat Ulama dan para pembesar islam tentang Nabi Khidir.

Nabi Khidir Masih Hidup?

Berkata Hujjatul Islam Al Imam Nawawi rahimahullah :

وقد احتج بهذه الاحاديث من شذ من المحدثين فقال الخضر عليه السلام ميت والجمهورعلى حياته
سبق في باب فضائله ويتأولون هذه الاحاديث على انه كان على البحر أو انها عام مخصوص

Sungguh telah berhujjah dengan hadits ini (hadits = Rasul saw bersabda bahwa setelah
100 tahun maka tak tersisa lagi yang hidup diantara kita didaratan ini), mereka yang
salah dari para periwayat hadits yang mengatakan bahwa Khidir as sudah wafat, dan
Jumhur (pendapat yang terkuat dan terbanyak) mengatakan bahwa ia hidup, sebagaimana
dijelaskan dalam Bab keutamaannya, dan mereka menakwilkan hadits – hadits ini bahwa
dia (khidir as) di laut dan bukan di daratan, atau hadits itu bermakan ‘Aammun makhsush
(maknanya umum tetapi ada pengecualian
). (Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz
16 hal 90)

قال أبو اسحق يقال ان هذا الرجل هو الخضر عليه السلام أبو اسحق هذا هو ابراهيم بن سفيان راوى
الكتاب عن مسلم وكذا قال معمر فى جامعة فى أثر هذا الحديث كما ذكره ابن سفيان وهذا لبعض منه
بحياة الخضر عليه السلام وهو الصحيح
Berkata Imam Nawawi, bahwa berkata Abu Ishaq :
Dikatakan bahwa lelaki ini (hadits= lelaki yang dibunuh Dajjal lalu dihidupkan kembali, lalu akan dibunuh lagi namun Dajjal tak mampu berbuat kedua kalinya) adalah Khidir as, dan adapun Abu Ishaq ini adalah Ibrahim bin Sufyan, periwayat kitab dari Muslim, dan demikian pula dikatakan
oleh Ma’mar dalam Jaami’ah dalam penjelasan hadits ini, sebagaimana dijelaskan pula oleh Ibn Sufyan, dan ini adalah bagian dari kehidupan Khidir as dan ini adalah shahih
."
(Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 18 hal 72)

قال جعفر بن محمد فأخبرني أبي أن علي بن أبي طالب قال أتدرون من هذا هذا الخضر عليه
السلام
(ketika Rasul saw wafat, maka datanglah seorang pelayat yang mengucapkan kata – kata
dan doa), lalu berkata Ja’far bin Muhammad, dikabarkan oleh ayahku bahwa Ali bin Abi
Thalib kw berkata : “tahukah kalian siapa lelaki ini?, ia adalah Khidhir alaihissalam”
(Tafsir Imam Ibn katsir Juz 1 hal 436)

قال جعفر بن محمد فأخبرني أبي أن علي بن أبي طالب قال أتدرون من هذا هذا الخضر عليه
السلام
(ketika Rasul saw wafat, maka datanglah seorang pelayat yang mengucapkan kata dan doa) lalu berkata Ja’far bin Muhammad, dikabarkan oleh ayahku bahwa Ali bin Abi Thalib kw berkata : “tahukah kalian siapa lelaki ini?, ia adalah Khidhir alaihissalam
(Tafsir Imam Ibn katsir Juz 1 hal 436)

فقال بعضهم لبعض تعرفون الرجل فقال أبو بكر وعلي نعم هذا أخو رسول الله صلى الله عليه
والخضر عليه السلام
(ketika Rasul saw wafat, maka datanglah seorang pelayat yang mengucapkan kata - kata
dan doa) maka berkatalah para sahabat satu sama lain : kalian tahu siapa lelaki itu?,
maka berkata Abubakar dan Ali : Ya, ini adalah saudara Rasulullah saw Al Khidhir
alaihissalam. (Mustadrak Alaa Shahihain No.4392).

Sekian semoga bermanfaat...NABI KHIDIR MASIH HIDUP? APAKAH NABI KHIDIR MASIH HIDUP>
wassalamualaikum 

Rabu, 05 Desember 2012

Qunut di Waktu Shalat Subuh


Bismillah
Assalamualaikum Saudaraku

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan share tentang permasalahan Qunut di Waktu Shalat subuh, jadi nantinya kita di sini akan membahas tentang dalil-dalil yang berkaitan dengan Qunut di Waktu Shalat Subuh, bolehkah Qunut selain dari shalat subuh, doa-doa pada waktu qunut dan lain sebagainya.

Perlu dimaklumi ini adalah saya kutif dari salah satu bab dalam Kitab Ulama klasik Al-Adzkar (Inti sari ibadah dan Amal) karya Imam An-Nawawi yang insyaAllah kitab yang saya pegang ini masih murni tanpa perubahan. Dan mudahan kedepannya saya bisa terus menghadirkan terjemahan dari bab-bah pembahasan yang ada di Kitab Al-Adzkar ini, semoga Allah memberikan saya semangat, kekuatan dan juga kesehatan...aamiin.

Terjemahan Kitab Al-Adzkar Karangan Imam An-Nawai



Ketahuilah Qunut di waktu shalat subuh adalah Sunnah muakkad. Andaikata ditinggalkan baik sengaja, maupun karna lupa, tidak batal shalatnya, akan tetapa melakukan sujud sahwi.

Di riwayatkan oleh Al-Hakim, bahwa Anas ra. Berkata : “ Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam tetap melakukan qunut di waktu subuh hingga beliau meninggal. “ Hadis Sahih

Timbul Pertanyaan, apakah boleh melakukan Qunut selain pada waktu shalat subuh?

Ada tiga pendapat bagi As-Syafii Rahimahullah : yang paling sahih dan mashur adalah, bila timbul bencana pada kaum muslim, mereka boleh melakukan qunut, selain daripada shalat subuh, dan jika tidak ada, maka tidak boleh. Yang kedua boleh melakukan Qunut secara muttla, dan yang ketiga, tidak boleh sama sekali.

Dianjurkan melakukan Qunut pada separuh terakhir dari bulan Ramadhan dalam rekaat terakhir dari shalat Witir. Kami mempunyai pendapat untuk melakukan Qunut dalam shalat Witir selama bulan Ramadhan, pendapat ketiga dalam keseluruhan tahun, yaitu mazahab Abu Hanifah. Dan yang terkenal dalam mazhab kami adalah pendapat yang pertama.

Ketahuilah, saat ber-Qunut dalam shalat Subuh adalah sesudah mengangkat kepala dari rukuk dalam rekaat kedua. Malik berpendapat : Qunut dilakukan sebelum rukuk. Sahabat-sahabat Imam Nawawi berpendapat : Andaikata seseorang yang ber-mazhab Syafii melakukan qunut sebelum rukuk, tidaklah itu dianggap qunut. Kami mempunyai pendapat bahwa ia dianggap Qunut. Yang paling tepat ialah ia mengulanginya sesudah rukuk dan melakukan sudjut sahwi. Adapula yang mengatakan tidak perlu melakukan sujud sahwi.

Adapun lafaznya, maka yang terpilih adalah mengucapkan seperti yang diriwayatkan dalam hadis sahih Sunan Abu Daud, Tirmizi1, Nasa'i, Ibnu Majjah dan Baihaqi serta lainnya, dengan isnad sahih dari Hasan bin Ali Radiiyallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalllam mengajarkan aku kata-kata yang kuucapkan dalam shalat Witir.

Pembahasan lengkap tentang Qunut di Waktu Shalat subuh karna agak panjang, silahkan bisa anda download pdf-nya melalui page download di blog pojo motivasi ini.

Sekian semoga bermanfaat
Wassalamualikum

Kamis, 21 Juni 2012

Dosa Yang Di banggakan Tak Mendapat Ampunan Allah

Assalamu’alaykum warohmatulloh wabarokatuh.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ 
Dari Abu Hurairah radiyallohu anhu, ia berkata, saya pernah mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa. Salah satu contohnya ialah seseorang yang melakukan suatu pekerjaan (buruk) dimalam yang ditutupi oleh Allah, tetapi kemudian pagi harinya ia justru mengatakan, ‘Semalam aku melakukan ini dan ini.’ Ketika tidur malam aibnya sudah ditutupi oleh Tuhannya, tetapi pagi hari ia justru membukanya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Budaya malu memang sudah tinggalkan oleh sebagian besar masyarakat kita, inilah faktor utama yang mengakibatkan orang orang sekarang tidak merasa canggung bahkan terang-terangan dalam berbuat bahkan juga menceritakan dosa dan kejahatan yang sudah diperbuatnya. Parahnya ada sebagian yang entah kenapa merasa bangga jika dosa yang diperbuatnya tersebut diketahui dan sisebut sebut oleh orang lain.
Kehilangan rasa malu berarti kita juga sudah kehilangan salah satu cabang iman, ini sesuai dengan hadis nabi s.a.w yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Iman itu ada 60 lebih (atau 70 sekian) cabang. Iman yang paling utama adalah [ucapan] Laa ilaaha illalloh dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu termasuk cabang dari iman.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Sekian semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama, untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Wassalamu’alaykum warohmatulloh wabarokatuh

Jumat, 15 Juni 2012

Download Kumpulan Zikir dan Doa Dari Al-Qur'an dan Hadits

 Bismillah...
Assalamulaikum warohmatullah hi Wabarokaatuh 

Sebuah Hadis Yang Diriwayatkan Oleh Muslim
 عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((من سبح الله فى دبر كل صلاة ثلاثا وثلاثين, وحمد الله ثلاثا وثلاثين, وكبر الله ثلاثا وثلاثين, فتلك تسعة وتسعون وقال تمام المائة: لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير, غفرت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر
Artinya: “Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca tasbih (subhanallah) setiap kali selesai shalat (shalat wajib) tiga puluh tiga kali, membaca tahmid (alhamdulillah) tiga puluh tiga kali dan takbir (Allahu akbar) tiga puluh tiga kali, sehingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan kali, lalu untuk menggenapkan menjadi seratus membaca: ‘Laa laaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syaiing qadiir’ (tidak ada tuhan selain Allah, Tuhan yang satu, tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya seluruh kekuasaan, dan bagiNya juga seluruh pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih lautan” (HR. Muslim).

Silahkan download ebooknya di sini, semoga bermanfaat

Rabu, 13 Juni 2012

Orang Yang Dijanjikan Rumah Di Syurga

Bismillah...
Assalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokaatuh

Berikut adalah beberap kreteria orang yang dijanjikan Syurga dan rumah ditengah syurga oleh baginda nabi besar Muhammad s.a.w, semoga kita termasuk di dalam golongan orang-orang tersebut.
  1. Orang Meninggalkan Pertengkaran Meskipun Ia Benar
  2. Meninggalkan Dusta meskipun Sekedar Gurauan
  3. Orang Yang berakhlak mulia
Ini sesuai dengan hadits nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abu Daud.
Nabi Muhamaad s.a.w bersabda 
“Aku menjamin sebuah syurga bagi orang yang meninggalkan pertengkaran meskipun ia benar. Dan sebuah rumah di tengah syurga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam gurauan. Dan sebuah rumah di syurga tertinggi bagi orang yang berakhlak mulia.”(Hadis Riwayat Abu Daud)

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wa Barokaatuh 

Minggu, 10 Juni 2012

Penyair Dalam Pandangan Islam

Bismillah...
Assalamualaikum warohmatullahi Wa Barokaatuh


Firman Allah dalam Surah Al-Shu'araa:224

وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.(Q.S. al-Syu'ara' : 224) 

Allah Berfirman dalam Surah Al-Shu'araa:227

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانتَصَرُوا مِن بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

Akan tetapi, kalangan penyair yang mengikuti petunjuk-petunjuk ketuhanan dan berbuat kebajikan sehingga memiliki kepribadian yang luhur, dan selalu mengingat Allah dengan penuh rasa khusyuk hingga timbul rasa takutnya kepada Allah, adalah penyair-penyair yang menjadikan syairnya sebagai pelipur lara dan sebagai sarana untuk membela agama dan mempertahankan kebenaran pada saat kebenaran diinjak- injak. Orang-orang yang menzalimi diri sendiri dengan berbuat syirik dan mengejek Rasulullah saw. itu kelak akan tahu akibat buruk mana yang menjadi tempat kembali mereka.(Qs. Al-Syuara [26]:227)

Allah SWT dalam firman-Nya:

مَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآَنٌ مُبِينٌ
"Dan kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang memberi penerangan" (Q.S.Yasin: 69).

Hadis yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzi : 

حَدَّثَنَا عَلِىُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَ قِيلَ لَهَا هَلْ كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- يَتَمَثَّلُ بِشَىْءٍ مِنَ الشِّعْرِ قَالَتْ كَانَ يَتَمَثَّلُ بِشِعْرِ ابْنِ رَوَاحَةَ وَيَتَمَثَّلُ وَيَقُولُ « وَيَأْتِيكَ بِالأَخْبَارِ مَنْ لَمْ تُزَوِّدِ ». وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ[15] 

Dari Aisyah beliau berkata: seseorang bertanya kepadanya: 'Apakah Rasulullah Pernah melantunkan syair, Aisyah menjawab: "Beliau pernah melantunkan Syair Ibnu Rawahah dan beliau melantunkan 'Dan telah datang kepadamu berita tanpa tambahan'.


Hadis Diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dalam sunannya :

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ مَكَّةَ فِي عُمْرَةِ الْقَضَاءِ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَوَاحَةَ بَيْنَ يَدَيْهِ يَمْشِي وَهُوَ يَقُولُ: (خَلُّوا بَنِي الْكُفَّارِ عَنْ سَبِيلِهِ # الْيَوْمَ نَضْرِبْكُمْ عَلَى تَنْزِيلِهِ) (ضَرْبًا يُزِيلُ الْهَامَ عَنْ مَقِيلِهِ # وَيُذْهِلُ الْخَلِيلَ عَنْ خَلِيلِهِ) فَقَالَ لَهُ عُمَرُ يَا ابْنَ رَوَاحَةَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي حَرَمِ اللَّهِ تَقُولُ الشِّعْرَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلِّ عَنْهُ يَا عُمَرُ فَلَهِيَ أَسْرَعُ فِيهِمْ مِنْ نَضْحِ النَّبْلِ

Artinya :
Dari Anas Bahwasanya Rasulullah Saw masuk ke Makkah pada masa umrah dan Abdullah bin Rawah sedang berjalan di depan beliau sambil berkata :
“Berikan jalan kepada anak orang-orang kafir #
Hari ini kami akan memukul kalian dirumah kalian
Dengan pukulan yang menghilangkan kesedihan dari peraduannya #
Dan menjauhkan seorang kekasih dari kekasihnya
Umar kemudian berkata kepadanya : ‘wahai Ibnu Rawah dihadapan Rasulullah Saw dan didalam masjid al-haram kamu melantunkan syair?’ kemudian Nabi Saw berkata kepada Umar : “Biarkan dia wahai Umar sebab hal itu lebih mempercepat dari siraman yang baik”

Dalam riwayat yang lain Rasulullah Saw memuji syair salah seorang sahabat yang bernama Labid bin Rabi’ah Rasulullah Saw bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَصدق كَلِمَةٍ قالها الشاعر كَلِمَةُ لَبِيدٍ أَلَا كُلُّ شَيْءٍ مَا خَلَا اللَّهَ بَاطِلٌ وكاد أمية بن أبي الصلت أن يسلم
Artinya ;
Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallhu ‘alaihi wa sallam beliau berkata : “Kalimat yang paling benar yang diucapkan oleh penyair adalah kalimat Labid: “Ketahuilah segala sesuatu yang selain Allah adalah bathil (rusakn dan binasa)”. Dan hampir saja Umayyah bin Abu al-Shalt memeluk Islam”.

Namun pada sisi yang lain Rasulullah Saw melarang untuk bersyair sebagaimana sabda beliau Saw :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ يَمْتَلِئَ جَوْفُ أَحَدِكُمْ قَيْحًا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمْتَلِئَ شِعْرًا.
Dari Ibnu Umar dari Nabi Saw beliau bersabda: "Lambung seseorang penuh dengan nanah lebih baik daripada penuh dengan syair". 

Akan tetapi hadis di atas memiliki asbab al-wurud sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim dari riwayat Abu Said al-Khudri beliau berkata:

بينا نحن نسير مع رسول الله صلى الله عليه وسلم بالعرج إذ عرض شاعر ينشد فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : خذوا الشيطان , أو أمسكوا الشيطان , لأن يمتلئ جوف رجل قيحا خير له من أن يمتلئ شعرا
"Ketika kami sedang berjalan bersama Rasulullah Saw di al-'Araj, tiba –tiba seorang penyair membacakan syair kepada kami Rasul pun berkata : "Tahan Syaitan itu, dan peganglah........,lalu beliau bersabda: "Lambung seseorang penuh dengan nanah lebih baik daripada penuh dengan syair".


Imam An-Nawawi berkata : syair itu hukumnya boleh selama tidak terdapat didalamnya hal-hal yang keji dan sejenisnya. Al-Mubarakfury berkata: yang dimaksud dengan memenuhi (perutnya dengan syair) adalah ketika syair telah menguasainya dimana dia lebih disibukkan dengannya dari al-Qur'an dan ilmu-ilmu Islam lainnya, maka hal tersebut menjadi syair yang tercela apapun bentuknya. Maka dari itu Imam al-Bukhary dalam shahihnya memberikan bab khusus tentang syair dengan nama bab dibencinya syair ketika lebih mendominasi manusia dari al-Qur'an dan dzikir kepada Allah. Jadi apabila seseorang menjadikan al-Qur'an dan Ibadah kepada Allah sebagai kesibukan utama, maka baginya boleh untuk membuat syair dan melantunkankannya selama syair tersebut, tidak bertentangan dengan aturan-aturan syari'at

Memenag terdapat perbedaan pandangan dikalangan para ulama tentang para penyair, dan semoga setelah membaca beberap firman Allah, Hadis Rasulullah s.a.w dan pandangan Imam Imam An-Nawawi kita di berikan petunjuk oleh Allah tentang kebenaran dan jalan yang Lurus.

Wassalamualaikum warohmatullahi Wa Barokaatuh 


Shalawat dan salam To Muhammad s.a.w

Jumat, 18 Mei 2012

Beberapa Hadis Nabi Tentang Zina

Bismillahirrahmaanirrahiim...
Assalamulaikum 
Berikut adalah beberapa hadis nabi Muhammad s.a.w tentang bahayanya dosa Zina, tapi Perlu kita ingat bahwa tidak seharusnya kita memaknai hadis dan ayat suci alqur'an dengan akal fikiran kita sendiri. Bertanyalah pada para alim ulama, dan pada orang-orang yang sudah terbukti ilmu dan dan sanad ilmu yang menyambung ke baginda Raulullah s.a.w
Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang diberi petunjuk....


Hadits 1
"Hindarilah zina sebab ia menimbulkan enam kesan buruk, tiga di dunia & tiga di akhirat. Yang di dunia, zina akan menghilangkan kegembiraan, menyebabkan fakir & mengurangi umur sedangkan keburukan di akhirat nanti, zina menyebabkan pelakunya diazab, dihisab secara ketat dan kekal di neraka."
(Hadis riwayat Baihaqi)

Hadits 2
"Kedua-dua tangan juga berzina dan zinanya adalah menyentuh. Kedua kakinya juga berzina & zinanya adalah berjalan (menuju ke tempat pertemuan). Mulut juga berzina & zinanya ialah ciuman."
(Imam Muslim & Imam Abu Dawud)

Hadits 3
 لا يحل دم امرئ مسلم ، يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله ، إلا بإحدى ثلاث : النفس بالنفس ، والثيب الزاني ، والمفارق لدينه التارك للجماعة
 “Seorang muslim yang bersyahadat tidak halal dibunuh, kecuali tiga jenis orang: ‘Pembunuh, orang yang sudah menikah lalu berzina, dan orang yang keluar dari Islam‘” (HR. Bukhari no. 6378, Muslim no. 1676)

 Catatan: Para ulama menjelaskan bahwa hak membunuh tiga jenis orang di sini tidak terdapat pada semua orang


Hadits 4
إن من أشراط الساعة : أن يرفع العلم ويثبت الجهل ، ويشرب الخمر ، ويظهر الزنا
“Tanda-tanda datangnya kiamat diantaranya: Ilmu agama mulai hilang, dan kebodohan terhadap agama merajalela, banyak orang minum khamr, dan banyak orang yang berzina terang-terangan” (HR. Bukhari no.80)

Hadits 5

“Ada seorang lelaki, yang sudah masuk Islam, datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengakui dirinya berbuat zina. Nabi berpaling darinya hingga lelaki tersebut mengaku sampai 4 kali. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah engkau gila?’. Ia menjawab: ‘Tidak’. Kemudian beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau pernah menikah?’. Ia menjawab: ‘Ya’. Kemudian beliau memerintah agar lelaki tersebut dirajam di lapangan. Ketika batu dilemparkan kepadanya, ia pun lari. Ia dikejar dan terus dirajam hingga mati. Kemudian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan hal yang baik tentangnya. Kemudian menshalatinya” (HR. Bukhari no. 6820)

Hadits 5
لا يزني الزاني حين يزني وهو مؤمن
“Pezina tidak dikatakan mu’min ketika ia berzina” (HR. Bukhari no. 2475, Muslim no.57)

Hadits 6
Mengasingkan pezina itu sunnah” (HR. Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 8/349)



shalawat dan salam to Muhammad s.a.w

Jumat, 06 April 2012

Hadits Kapan Terjadinya Lailatul Qadar

Hadis kapan terjadinya lailatul qadr

Assalamualaikum warohmatullah wabarokaatuhu
Berikut adalah beberapa hadis kapan terjadinya malam lailatul Qadr, tapi bagi anda yang belum membaca tulisan tentang beberapa hadis tentang keutamaan malam Lailaul Qadr, silahkan baca terlebih dahulu di sini.

1.
إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ
Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil. (Muttafaq alaih)

2. 

 تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ 
Carilah lailatul qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadhan (HR. Bukhari)

3.
 رَأَى رَجُلٌ أَنَّ لَيْلَةَ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- أَرَى رُؤْيَاكُمْ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَاطْلُبُوهَا فِى الْوِتْرِ مِنْهَا 
Seseorang bermimpi bahwa lailatul qadar terjadi pada malam kedua puluh tujuh. Maka Nabi SAW bersabda, "Aku melihat mimpi kalian bertemu pada sepuluh hari terakhir, maka hendaklah ia mencarinya (lailatul Qadar) pada malam-malam ganjil." (HR. Muslim

4.
أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْمَنَامِ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ ، فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ 
Sesungguhnya sebagian sahabat Nabi SAW bermimpi lailatul qadar terjadi pada tujuh hari terakhir (Ramadhan). Maka Rasulullah SAW bersabda, "Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir, maka barangsiapa yang ingin mencarinya, hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir." (HR. Bukhari)

 تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ 
Carilah lailatul qadar pada tujuh malam terakhir (HR. Muslim)

6.

 الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ - يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى 
Carilah ia -lailatul qadar- di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tidak mampu, maka janganlah ia kalah di tujuh malam terakhir. (HR. Muslim) 

7.

 قَالَ أُبَىٌّ وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ - يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى - وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا. 
Ubay (bin Ka'ab) berkata, "Demi Allah yang tiada tuhan melainkan Dia. Sesungguhnya ia terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam kedua puluh tujuh. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang tidak bersinar-sinar menyilaukan." (HR. Muslim)


 قَالَ أُبَىٌّ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِى هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ - وَإِنَّمَا شَكَّ شُعْبَةُ فِى هَذَا الْحَرْفِ - هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-. 
 Ubay (bin Ka'ab) berkata tentang lailatul qadar, "Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui bahwa ia adalah malam yang Rasulullah SAW memerintahkan untuk qiyamullail, yaitu malam dua puluh tujuh (Ramadhan) –Syu'bah (salah seorang perawi) ragu dengan kata "amarana" atau "amarana bihaa". (HR. Muslim)

Mari kita sama-sama ikut menyebarkan kebaikan dengan menekan tombol like pada facebook pojok motivasi. mari berkunjung ke facebook pojok motivasi di sini.

Sekian...Wassalamualaikum warohmatullah wabarokaatuhu

Selasa, 03 April 2012

Hadis Tentang Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan malam lailatul qadr

Assalamualaikum warohmatullah wa barokaatuhu
Berikut adalah beberapa hadis tentang ketutamaan dari malam Lailatul Qadar...
dan semoga Allah saw. yang maha kuasa mempertemukan kita dengan malam yang mulia tersebut pada ramadhan tahun ini...aamiin.

Firman Allah swt dalam Surah Al-Qadr
Bismillahirrahmaanirrahiim

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
(1) Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur'ân pada malam kemuliaan (lailatulkadar, laylat al-qadr) dan kehormatan.
﴿١﴾

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan dan kehormatan itu?
﴿٢﴾

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Malam kemuliaan dan kehormatan itu lebih baik dari seribu bulan karena merupakan malam turunnya al-Qur'ân.
﴿٣﴾

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
Para malaikat dan malaikat Jibril turun pada malam tersebut ke bumi dengan izin Tuhan untuk membawa segala perintah.
﴿٤﴾

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Keselamatan dari kejahatan, dan begitulah sehingga terbitnya fajar.
﴿٥﴾
Hadis Nabi Tentang Keutamaan Malam Lailatul Qadr 

 مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa qiyamullail pada lailatul qadar karena iman dan mengharapkan perhitungan (pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa qiyamullail pada lailatul qadar karena iman dan mengharapkan perhitungan (pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari)

Sekian semoga bermanfaat untuk kita semua, lihat tulisan berikutnya tentang hadis yang meriwayatkan kapan malam turunnya lailatul qadr.

Mari kita sama-sama ikut menyebarkan kebaikan dengan menekan tombol like pada facebook pojok motivasi mari berkunjung ke facebook pojok motivasi di sini.


Wassalamualaikum warohmatullah wa barokaatuhu