Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label ‎~Cuma Duri~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ‎~Cuma Duri~. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Agustus 2011

‎~Cuma Duri~

Sepulang dari pasar, dua bocah kecil kakak beradik berjalan menyusuri jalan kampung menuju rumahnya. Di tengah perjalanan, sang adik mengaduh kesakitan. Sesuatu menusuk kakinya dan menghentikan langkahnya. Ia menjerit, menangis tak kuasa menahan rasa sakit setengah tergeletak di tanah.
Si kecil terus memegangi kakinya, sedangkan abangnya hanya tersenyum menyaksikan polah adiknya yang dianggapnya berlebihan. Tanpa sedikit pun rasa panik, ia memegang kaki adiknya dan mencari sumber rasa sakit itu. Tak setetes pun darah keluar dari kaki adiknya, ia pun tersenyum dan berkata, "Cuma duri kok, dik. Sini abang keluarkan durinya," si abang mencoba menenangkan.
Bukannya tenang, si adik malah semakin histeris. Ia takut abangnya akan mencongkel kakinya dengan pisau, atau bahkan memotong kakinya. Tangisnya semakin keras berusaha memertahankan kakinya, tak ingin seorang pun menyentuh luka di kakinya. Sempat ia meminta abangnya agar menggendongnya saja sampai di rumah, atau setidaknya menunggu sampai rasa sakitnya hilang sehingga ia merasa mampu berjalan kembali.
Namun tak berapa lama, tangis itu berhenti dan hanya terdengar sesegukan kecil saja. Rupanya, bayangan buruk yang akan terjadi pada kakinya hilang ketika si abang hanya mengeluarkan semata peniti yang dipakainya sebagai
pengganti kancing kemejanya yang hilang.
Perlahan dan penuh kehati-hatian, si abang mengeluarkan duri di kaki adiknya. Dan beberapa menit kemudian, duri pun berhasil dikeluarkan, "Tidak perlu memotong kakimu kan?" Kali ini seulas senyum yang tergambar di wajah adiknya.

Duri kecil yang menusuk di kaki, tak semestinya membuat perjalanan terhenti sama sekali. Berhenti sejenak,keluarkan durinya, dan lanjutkan perjalanan. Duri kecil hanya menusuk bagian sangat kecil dari telapak kaki.
Untuk menghilangkan durinya, tak pula harus memotong kaki, karena itu semakin menimbulkan rasa sakit yang lebih.
Kemampuan kita melihat pokok masalah akan menentukan seberapa tepat kita mengambil keputusan dalam mengambil tindakan guna menyelesaikan masalah tersebut. Jangan pernah memandang masalah kecil dengan kaca pembesar, ia akan terlihat sangat besar dan terasa sulit dicari jalan keluarnya.
Tidak perlu membakar rumah hanya untuk mencari bangkai tikus yang mengganggu seisi rumah. Endus saja sumber baunya dan segera singkirkan bangkainya, bau tak sedap pun pasti hilang.
Sayangnya, sebagian dari kita masih sering terjebak pada kondisi dimana masalah senantiasa terlihat lebih besar dari kemampuan yang kita miliki untuk menyelesaikannya. Sungguh, bakteri pun selalu terlihat lebih besar di mikroskop. Padahal dengan mata biasa, ia takkan terlihat. Sebenarnya, kita sendirilah yang kerap menjadikan masalah itu seolah lebih besar dari keadaan sesungguhnya.