Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label ‎~Berdamai dengan sakit~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ‎~Berdamai dengan sakit~. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2011

‎~Berdamai dengan sakit~

Ada orang di Australia Barat yang bekerja di pertambangan.ia mulai bekerja pada malam hari, selalu di giliran malam,sendirian, untuk menanam bahan peledak di sana. Ia adalah ahli dalam hal peledak. Ia akan pergi ke dalam tambang memasang peledak, dan memicu peledak hingga meledak. Pagi harinya pekerja lain akan datang untuk mengais puing dan biji tambang,memasukkan ke truk untuk diangkut ke permukaan. lni adalah pekerjaan yang begitu berbahaya, hingga ia melakukannya sendirian pada malam hari ketika tak seorang pun bekerja. ia mengatakan bahwa hari itu ia telah memiliki firasat bahwa sesuatu akan terjadi malam itu, namun ia tetap pergi bekerja. la memeriksa baik-baik peledaknya, semuanya beres, seharusnya tidak berbahaya. Namun setelah memasang peledak, sebelum ia memasang alat picunya, mendadak ia mendengar suara dari arah belakangnya. ltu adalah salah satu kereta tambang. Seseorang rupanya Iupa memasang rem pada kereta ini dan kini kereta Ini menggelinding ke arahnya. la mengatakan bahwa pekerjaannya memasang peledak itu sebegitu rapinya hingga tak ada ruang untuk melompat meloloskan diri. Kereta itu menghantamnya tanpa bisa dihindarkan! Meskipun ia terlempar hingga jatuh ke rel, namun ia tak bisa merasakan kakinya. Ternyata kereta itu memutus kakinya. Ia terbaring di sana pada tengah malam dan perlu waktu beberapa Jam sebelum kelompok glliran kerja pertama menemukannya. ketika terbaring di sana, la mengatakan bahwa itu adalah salah satu perasaan paling menakjubkan yang pernah ia alami dalam hidupnya. Ia mengalami apa yang disebut pengalaman religius, karena ia melepas rasa nyerinya yang begitu dahsyat. Ketika mereka menemukannya, mereka membawanya ke rumah sakit, dan ia bertahan hidup. Ia mengatakan bahwa salah satu pekerja yang mengunjunginya belakangan adalah orang yang lalai memasang rem kereta. Ia melihat pekerja itu hilir mudik di selasar rumah sakit, takut masuk karena merasa begitu bersalah. Ia memanggil pekerja itu, ”Tidak apa-apa. Tidak masalah sama sekali. Malah aku ingin berterima kasih karena kamu memberiku pengalaman yang menakjubkan itu!' Hal ini begitu membingungkan pekerja yang lalai tadi. Ia bukannya masuk malah melarikan diri.Pekerja tambang ini berterima kasih kepada pekerja lalai tadi,yang telah memberinya pengalaman yang senilai dengan sebuah kaki: pengalaman melepas. Begitulah bagaimana kadang kita bisa menghadapi penyakit: melepas! Tentu ada hal yang bisa kita lakukan misalnya minum obat atau berolahraga, atau apa pun, kita bisa melakukan itu. Namun berdamailah dengan penyakit itu, selidikilah, amatilah. Jika tak sembuh juga, dan membawa kematian, itu pun oke juga. Bagian dari penyakit, bagian dari rasa takut akan penyakit itu, adalah rasa takut bahwa penyakit itu akan membawa kita pada kematian dan kita takut akan hal itu!

~Sumber dari Buku Cacing dan Kotoran Kesayangannya 2-Ajahn Brahm~