Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label ~Kasih Tuhan~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ~Kasih Tuhan~. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

~Kasih Tuhan~

Seorang biolog dari Hongkong pernah meneliti tubuh manusia dan mengatakan bahwa dalam diri seorang manusia terdapat berbagai unsur bahan kimia seperti lemak, zat besi, fosfor, kapur, air, dengan jumlah yang nilainya dalam rupiah kira-kira sebesar data berikut:

• Lemak, yang hanya dapat dibuat sebatang lilin = Rp500,00
• Zat besi, yang hanya dapat dibuat 1 ons paku = Rp300,00
• Fosfor, yang hanya dapat dibuat sekotak korek api = Rp500,00
• Kapur, yang hanya untuk melabur sebuah kandang anjing = Rp1.000,00
• Air, yang dapat diperoleh secara gratis = Rp0,00

Jika perhitungan ini benar, maka nilai seorang manusia hanya sekitar Rp2.300,00. Wah, betapa murahnya! Apalagi jika mengingat fakta bahwa manusia diciptakan dari debu tanah, maka semakin dihitung sebenarnya kita—manusia ini—makin tidak ada harganya. Berdasarkan kebenaran tersebut, maka kita pasti akan terheran-heran saat melihat betapa indahnya karya dan berkat-berkat Allah bagi kita. Dan seperti raja Daud, kita juga akan bertanya hal yang sama kepada-Nya: “Tuhan, siapakah kami manusia ini sehingga Engkau membuat kami segambar dengan-Mu—memberi kami napas hidup, memerhatikan, bahkan mengindahkan kami?” (Maz 8:5-6).

Biarlah kita yang tidak berharga, tetapi telah dibuat Tuhan menjadi sangat berharga, makin memuliakan Tuhan saja dari hari ke hari. Tidak lupa diri, tidak banyak menuntut Tuhan, sebaliknya lebih banyak bersyukur. Jikalau bukan Tuhan, kita ini tidak ada apa-apanya dan bukanlah siapa-siapa

DIKASIHI TUHAN, ITU SUDAH BERKAT YANG LUAR BIASA