Kamis, 12 Januari 2012

ASAL USUL KARAKTER 福 FU (KEBERUNTUNGAN) DIPASANG TERBALIK

Dengan munculnya Festival Musim Semi, semua rumah tangga di Cina akan menempelkan Karakter Cina yang besar atau kecil福 Fu ( keberuntungan ) pada pintu, jendela, dinding, palang rumah mereka. Hal ini telah menjadi turun temurun orang china sampai sekarang untuk memasang karakter Cina 福 Fu terbalik untuk tujuan ucapan datangnya musim semi dan berdoa untuk kebahagiaan.

Namun mengapa harus ditempel secara terbalik? Apakah karena orang dulu telah salah menempel lalu dipandang sebagai sesuatu yang bermakna sehingga sampai sekarang orang menempelkan huruf Fu secara terbalik? Atau adakah makna di balik karakter Fu yang di tempel terbalik?

Orang tua cina kuno menyebutkan, menempel dengan cara terbalik ini berarti dalam bahasa cina "Fu dao 福 倒" ( keberuntungan memutar terbalik ), tetapi "dao 倒" ( terbalik ) juga terdengar sama sebagai "dao 到" ( tiba ), dengan demikian representasi tersebut juga umumnya berarti " Fu dao 福到 " ( keberuntungan tiba atau datang ).

Dengan demikian tujuan mengubahnya terbalik adalah untuk melambangkan makna "keberuntungan tiba atau datang" selama tahun baru cina. Ketika keberuntungan terbalik itu berarti "Keberuntungan datang" atau "nasib telah tiba". Ada 2 versi cerita tentang asal usul karakter Fu di pasang terbalik .

Versi ke 1

Pada zaman dahulu Kaisar Zhu Yuanzhang 朱元璋 ( Pendiri Dinasti Ming ) menggunakan karakter "fu 福" ( keberuntungan) sebagai sinyal tersembunyi untuk mempersiapkan membunuh seseorang. Hati permaisuri Ma (马 皇后) tidak tega sehingga memutuskan untuk menghilangkan tragedi pembunuhan, jadi dia memerintahkan semua orang di kota untuk menempatkan label dengan karakter "fu 福" ( keberuntungan ) di pintu rumah mereka sebelum matahari terbit yang hari berikutnya. 

Semua orang mengikuti perintah permaisuri Ma, tapi satu keluarga buta huruf dan menyisipkan label dengan karakter "fu 福" ( keberuntungan ) terbalik. Pada hari ke-2, kaisar memerintahkan petugas untuk pergi ke kota dan menemukan bahwa setiap keluarga telah menyisipkan label dengan karakter "fu 福" ( keberuntungan ), dan dengan satu keluarga yang memiliki karakter "fu 福" ( keberuntungan ) terbalik bawah. 

Kaisar sangat marah dan memerintahkan agar keluarga itu dieksekusi. Permaisuri Ma menyadari kejadian itu dan mengatakan pada kaisar, "bahwa keluarga tahu kau datang hari ini, jadi sengaja gilirannya label ditempel terbalik, bukankah bahwa maknanya sama dengan 'Keberuntungan tiba'?" 

Setelah mendengar ini, kaisar segera merilis keluarga tersebut dan tragedi itu dapat dihindari. Sejak saat itu, orang mulai menempelkan label dengan karakter "fu 福" ( keberuntungan ) dengan tujuan berharap keberuntungan dan untuk menghormati permaisuri Ma.

Versi ke 2

Kisah lainnya, Pada zaman dahulu, khususnya zaman Dinasti Ming, ada seorang tukang kayu yang sangat ternama. Ia pandai membangun rumah, tata letak rumah, dan ia juga suka mengukir motif bunga yang indah di sebuah kayu atau batang pohon.

Konon ukiran atau lukisan hasil karyanya mirip seperti aslinya. Karena keahliannya yang luar biasa dalam membangun, mengukir, dan melukis, orang pada zaman itu menjulukinya dengan sebutan "Tai Shan".

Tai Shan adalah nama sebuah gunung di Provinsi Shan Dong. Maksud mereka, rumah yang dibangun oleh "Tai Shan" akan sekokoh Gunung Tai. Karena itu barangsiapa bisa memakai Tai Shan untuk membangun sebuah rumah yang lengkap dengan segala ukiran dan lukisannya, akan disebut beruntung. Bahkan, orang-orang dari seluruh penjuru negeri akan berbondong-bondong melihat rumah itu dan mengaguminya, sehingga si pemilik rumah bertambah bangga.

Dan biasanya, jika Tai Shan sudah bersedia membangun rumah yang indah untuk seseorang, maka orang itu akan menjamu Tai Shan dengan minuman anggur yang baik dan makanan yang lezat. Maksud mereka adalah supaya Tai Shan dan semua muridnya bisa lebih semangat membangun rumah mereka.

Suatu hari, ada seorang pedagang kaya yang berniat mengundang Tai Shan dan para muridnya membangun rumah baginya. Sungguh susah mengundang Tai Shan, ia harus mengantre lama dan bernegosiasi alot untuk dapat mengundangnya. Setelah Tai Shan setuju, pedagang itu sangat senang. Dan ia terkagum-kagum saat menyaksikan rumahnya selesai dibangun. "Sungguh seni tata ruang dan desain yang luar biasa," demikian ia mengagumi karya Tai Shan. Belum lagi ukiran-ukiran indah dengan nilai seni yang sangat tinggi menghias sudut rumah.

"Saya sudah pergi ke berbagai negri tapi blum pernah melihat rumah sekokoh dan seindah ini." Demikian sipemilik rumah berkata kepada orang-orang disekelilingnya. Kabar ini tersebar luas sehingga para tetangga dan orang dari berbagai daerah datang hanya untuk melihat rumah itu. Untuk menyatakan kepuasannya atas rumahnya, ia mengadakan hajatan sebagai pengucap syukur. Dia mengundang semua orang yang pernah datang kerumahnya serta para kerabat. 

Beberapa ekor ternak disembelih dan itu merupakan pesta terbesar di daerah tersebut.Karena si pedagang tau kalau Tai Shan dan muridnya suka jeroan maka ia pun menyuruh orang untuk menyimpan jeroan hanya untuk Tai Shan dan muridnya. Dan supaya lebih enak, semua jeroan direndam di dalanm minyak yang paling enak dan mahal saat itu lalu digoreng dan setelah itu dibungkus rapi dalam kemasan yang baik. Ini dimaksudkan agar Tai Shan dan para muridnya dalam perjalanan pulang ke kampung mereka masih bisa menyantap makanan kesukaan mereka.

Namun waktu itu Tai Shan salah mengerti maksud pedagang itu. Ketika mereka tiba ditempat pesta, mereka melihat bahwa para tamu sudah menyantap semua makanan sehingga tersisa sedikit makanan dan tidak ada sisa jeroan sama sekali. Tai Shan berpikir bahwa sipedagang tidak menghargainya karena tidak menyisahkan makanan kesukaannya. Tai Shan panas hati dan berniat memberi pelajaran kepada pemilik rumah. ada larut malam ketika semua orang tidur, Tai Shan dan para muridnya diam-diam membuat beberapa aksesoris rumah agar mudah rusak. Tai Shan percaya kalau aksesoris surak, maka itu akan mempengaruhi bisnis seseorang.

Pada dini hari keesokannya setelah selesai sarapan mereka segera meninggalkan rumah itu dengan sikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ketika berpamitan, si pedagang kaya menitipkan bungkusan besar pada murid Tai Shan. Namun, karena Tai Shan masih memendam amarah, ia tidak peduli terhadap bingkisan yang dibawa muridnya. Karena hari sudah siang dan mereka sudah menempuh perjalanan yang jauh, seorang muridnya memohon untuk istirahat dan mencari makanan.

Betapa terkejutnya Tai Shan ketika para muridnya membuka bingkisan yang dibagikan kepada mereka. Ternyata jeroan yang diinginkan ada dalam bungkusan itu. Tai Shan pun menyadari bahwa ia telah bersalah pada pedagang itu. Akhirnya ia menulis beberapa huruf Fu dan memerintahkan kepada para muridnya untuk segera berlari dan menempelkan beberapa huruf FU itu secara terbalik di semua pintu rumah pedagang itu sambil berteriak, "Fu Dao Le!"

"Ajaklah sebanyak mungkin orang untuk bersama-sama berseru Fu Dao Le. hanya dengan demikian kutukan dan kesialan yang dirancang oleh Tai Shan bisa dipatah kan, dan sebaliknya berkat akan melimpah pada pedagang itu," pesan Tai Shan. 

Ketika para murid Tai Shan tiba di rumah pedagang tersebut, terlihat bahwa sang pedagang bersiap untuk memulai bisnisnya. Maka para muridnya segera mungkin menempelkan Fu Dao sambil berseru dan mengajak orang lain untuk berteriak "Fu Dao". Orang-orang pun hran dan bertanya, "bukankah yang kalian tempel itu Fu Dao"( berkat terbalik )? Dan, para murid Tai Shan menjawab, "Ya, tetapi persamaan bunyi dan huruf ini adalah Fu Dao ( berkat sampai melimpah ).

Hanya dengan demikian berkat itu akan melimpah dan keberuntungan akan mengalir kepada pedagang itu.

Beberapa waktu berselang, pedagang kaya itu bertambah makmur dan kaya raya. Oleh karna itu, orang-orang yang hadir saat itu mulai menempelkan huruf Fu Dao di depan pintu-pintu mereka dengan harapan berkat akan sampai dan melimpah dalam kehidupan meereka seperti yang dialami oleh pedagang tersebut. Dan dewasa ini hampir disetiap rumah, toko, pusat perbelanjaan menempelkan huruf Fu Dao ( Dao arti nya terbalik ) agar Fu ( berkat ) benar-benar Dao (sampai).

0 komentar:

Posting Komentar