Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label My Dreams. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Dreams. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2012

5 Alasan Wanita Mengenakan Jilbab

5-Alasan-Mengapa-Wanita-Muslimah-Harus-Mengenakan-Jilbab

5 Alasan Wanita Mengenakan JILBAB>> Kenapa Tidak Memakai JILBAB? adakah yang menghalangimu Mengenakan JILBAB? Atau merasa Malu Mengenakan JILBAB? kenapa tidak lebih malu menunjukkan Aurat?
Postingan ini bermaksud menyambung lidah, dari apa yang sudah di sampaikan oleh Ustd. Arifin Ilham di Facebook Fan page milik beliau, berharap ini nantin bisa bermanfaat buntuk kamu muslim dan muslimah pada khusunya.
Pada kesempatan kali ini saya ingin share tentang 5 Alasan Wanita Mengenakan Jilbab.

Berikut dari beliau.

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
Sahabat sholeh sholehahku, ada hal yg membuat kalian tidak nyaman tetapi wajib kusampaikan karena sayangku pada kalian karen ALLAH. Inilah diantara alasan Mengapa Wanita Mu'minat Mengenakan JILBAB
  1. Tujuan hidup seorg mu'min adalah Keridhoan Allah, "Ath thooah baabur ridho" taat berjilbab itu pintu diantara pintu keridhoan Allah. "Hai Nabi, katakanlah kpd isteri2mu, anak anak perempuanmu dan isteri-istri mu'minin,"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mrk." Yg demikian itu supaya merek lebih mudah dikenal dan tidak mudah di ganggu (QS 33:59) dan taat Rasulullah, "Wahai Asma! Sesungguhnya seorg gadis yangg telah haidh, tidak boleh baginya menampakkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja" (Muttafaqun alaihi), 
  2. Karen ingin selamat di akhirat, sungguh siksa pedih bagi merek yang buka auratnya di akhirat, "…Para wanita yang berpakaian tapi telanjang (tipis atau tdk menutup seluruh aurat), berlenggak-lenggok, kepala merek seperti punuk unta yg miring. Merek tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya.” (HR. Abu Dawud), 
  3. Pembeda dirinya dengan yang lain dan sebagai syiar wanita mu'minat (QS 33:59),
  4. Selamat dari tipudaya syetan, "Maka Syaitan membisikkan fikiran jahat kepad keduanya untuk  menampakkan kepad keduanya yang tertutup dari merek iaitu auratnya .." (QS 7:20), 
  5. Auratku hanya untuk yang Allah halalkan, (QS 24:31). Jangan jadi alasan atau contoh wanita berjilbab yg berakhlak buruk, itu wanita yang belum faham dan beriman utuh ajaran Islam. Teladanilah wanita mu'minat yg berjilbab dengan kemuliaan akhlak. "Semoga sahabat wanita FBku yg belum berjilbab suatu saat kalian atas hidayah Allah menutup aurat kalian...aamiin". Sebarkan ini sahabatku.
Dari saya sedikit.
Saya selalu kagum melihat wanita mengenakan jilbab dengan sopan, berharap Dia adalah adik, saudara, hmm atau istri saya. Betapa indahnya jika setiap wanita mukminat mengenakan JILBAB, meninggalkan baju dan celana lengan pendek kebanggaan mereka, pasti beruntung sekali menjadi pria mukmin. Kalian (para wanita) jangan merasa cemas, kami akan selalu mengagumi kalian, mengagumi ahlak kalian, yang insyaAllah rasa kagum yang jauh dari boncengan nafsu.

Tak dipungkiri, kita (Mukminin Mukminat) hampir terbiasa melihat pemnadangan aurat yang digelar gratis di jalan-jalan, mall, pertokoan dan berbagai tempat umum lainnya. Pelan tapi pasti kita telah ikut lalai bersama gilanya Zaman. Para orang tua lebih fokus mengajarkan dan mengenalkan dunia pada anak-anaknya, jangankan JILBAB shalat aja banyak yang tidak terlalu perduli, apakah anak mereka shalat atau tidak.

Kembali ke masalah JILBAB, kita kenal ada jenis JILBAB modis, JILBAB JILBAB-pan, JILBAB panjang, Sampai JILBAB bercadar.....saya dak beranii banyak komeng tentang masalah yang satu ne...Mungkin ini sebuah pesan dari seorang Mukmin kepada saudari Mukminat, Tampak Luar memang tak mewakilkan Hati, Tapi memakai JILBAB semoga bisa menjadi awal untuk membersihkan Hati.

Sekian Wassalamualaikum

Rabu, 24 Oktober 2012

Untuk Kesekian kalinya

doa

Kemana harus berpaling
Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan

Kepada siapa harus bicara
Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Haruskah aku datang kepadaNYA dengan muka seadanya, seperti ini, lalu berkata kalau aku menyesal, aku telah lalai dan berbuat salah, semantara kemarin dan hari-hari sebelumnya aku juga pernah dengan lantang mengatakannya…”aku menyesal dan aku hina telah berbuat dosa, ampuni aku, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan ini lagi”

Lalu kemudian…aku mengulanginya, lagi, lagi dan lagi

Aku malu,,,ini sudah yang kesekian kali.
Tapi harus kemana melangkah atau haruskah aku diam disni menikmati dosa dosa ini sampai mati, haruskah aku pura pura melupa dalam bahagia fana yang sekilas terlihat begitu sempurna?

TIDAK, aku tidak mau sisa hidupku hanya untuk menunggu siksa abadi dikemudian hari.

Dan….Untuk Kesekian kalinya…Ya rabbi, aku memohon ampun untuk dosa dosa lama, dan dosa dosa baru, aku tidak pernah sedikitpun meragukan besarnya kasih sayangmu dan luasnya pengampunanmu, hanya terkadang aku malu, banyak dari dosa dosa itu adalah dosa lama yang terulang sama menjadi dosa dosa baru.

Untuk Kesekian kalinya…Ya Rabbi, berikan aku kesempatan untuk memulainya dari awal lagi, menjadi baik lagi, walaupun ternyata waktu tak pernah cukup sabar untuk menunggu, meninggalkan langkahku bersama semua kebodohanku…Ya Rabbi, aku hanya ingin suatu saat nanti, ketika aku harus kembali kepadaMU ada bahagia disana menanti untukku.

moerad qral

Sabtu, 15 September 2012

Mereka Menghina Nabiku, Menghina Agamaku

Muhammad-rasulullah

Entah perasaan apa yang seharusnya aku ungkapkan, kata apa yang semestinya lantang aku teriakkan, sikap apa yang selayaknya sigap ku tunjukkan, ketika mendengar ricuh pemberitaan, membaca paragraf-paragraf tulisan yang menghina, mencaci dan memaki Nabi Ku, merendahkan Agamaku.
Apakah aku harus tendang kiri tendang kanan atau lempar depan, lempar belakang, untuk menunjukkan bentuk kecintaan dan ketaatan. Atau berpura-pura Tuli, seolah tak mendengar....entahlah!!!
Apakah aku harus berteriak dan turun ke jalan-jalan, dengan penuh semangat balik menghujat, melaknat dan membakar semua yang berbau barat, untuk menunjukkan sikap tersinggung dan keberatan. Atau pura-pura buta, seolah tak melihat.....entahlah!!!

Ini memang bukanlah hal yang pertama dan saya juga yakin tidak akan menjadi yang terakhir, dan ini juga bukan hal yang baru. Kita tentu ingat Nabi kita saw juga sering diperlakukan sedemikian hina , difitnah, dicaci, dimaki ketika beliau masih hidup, tapi sikap apa yang Beliau saw tunjukkan hanya perasaan tenang dan berserah diri, pedang dan perang hanya untuk melawan penindasan-penindasan keji. Atau seperti Imam Ali, yang memilih diam, ketika sesorang dengan lancang menghina dan meludahi wajahnya. Atau seperti Umar, Abubakar, Utsman dan para sahabat yang lain.
Lalu bagaimana dengan kita sendiri, tidak bisakah kita mencontoh Nabi saw yang seharusnya menjadi panutan kita, tidak bisa kita seperti para Sahabat-nya saw, tidak bisakah kita seperti para arif bijaksana, seperti para alim ulama?

Mungkin kita memang seharusnya diam, butakan mata, tulikan telinga, sehingga kita tak lagi melihat kebodohan kebodohan keji dari mereka, kita tidak lagi mendegar tawa kemenangan milik mereka, sehingga kita mulai bisa tersenyum,bernyanyi, menari,dan larut dalam ketenangan abadi.

Tapi cukupkah hanya DIAM....
Mulai perbaiki diri, berkarya, buktikan diri, buktikan bahwa kita yang terbaik, angkat martabat umat, martabat Islam, dan terus melangkah kedepan,,,dan sisanya mungkin hanya tawakkal...

Cukupkah hanya DIAM...??? entahlah!!!

Shalawat dan salam Kepada Junjungan alam Nabi Muhammad saw. Keluarga dan sahabat beliau, para alim ulama, para syuhada', dan kejayaan untuk Umat Islam...aamiin

moerad Qrad

Minggu, 01 Juli 2012

Aku Ingin Menjadi Sejarah Indah Kehidupan


Aku tidak ingin kisahku, hanya sebatas sejarah bisu yang teredam bisingnya zaman, diam tanpa makna, diam tanpa kata.
Aku ingin Dia menjadi bintang terang di saat malam tanpa rembulan, Aku ingin dia menjadi kerasnya angin dikala derasnya hujan tak mampu menyadarkan.

Aku tidak ingin kisahku hanya sebatas aku dan hidupku, Dia harus tertanam pada setiap langkah yang aku jejakkan, Dia harus ikut bernyanyi, menari dan ceria mengabarkan setiap kebaikan, untukku, untuk hidupmu, untuk sebagian dari kalian.

Sungguh, aku ingin Dia tertulis dan terbaca, aku ingin Dia terus berteriak dan berkata kata. Aku ingin Dia tersenyum, menghadirkan tawa, mengusir resah membuang gelisah, dan mampu memberikan sejuta harapan yang mungkin selalama ini selalu kalian impikan.

Mungkin untuk itulah aku di sini, untuk itulah aku berani menulis dan lancang berkata-kata, di atas keterbatasan yang sering menghinakan.
Mungkin untuk itulah aku disni, mencoba ikut menyumbangkan setitik makna, mengabarkan setetes kebaikan, sehingga kelak, dikala raga tak lagi bertemankan nyawa, aku masih terkenang sebagai indahnya sejarah kehidupan, aku masih tertulis menjadi baris baris tulisan yang akan selalu mendoakan.

Semoga ini bisa menjadi do'a, untukKU, untuk HidupMu, dan untuk sebagian dari kalia. 

Moerad Qrad

Senin, 23 April 2012

Kampung Ku, Sebuah Kampung Islami

Bissmillah...
Pada kesempatan ini saya ingin bercerita tentang sebuah kampung dimana aku di besarkan, kampung yang sampai sekarang tidak ada duanya. Sebut saja namanya Kampung Islami, walaupun bukan nama yang sebenarnya, tapi akau selalu ingin menyebutnya dengan nama tersebut, karna nuansa islami begitu kental terasa dalam segala aspek kehidupan masyarakatnya. Nuansa islam inilah yang membuat kampungku sangat berbeda dengan berbagai tempat yang pernah aku datangi. Tidak akan pernah kau temui sesorang disudut manapun dikampungku dengan muka ketus, selalu ada tegur sapa dengan bumbu senyum terhidang manis, tanpa ada batas status sosial seperti yang sering terkabar dan terlihat belakangan ini.

Jumlah penduduk sekitar 400 kk dengan luas wilayah yang bisa dibilang terlalu luas jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya, dengan mata pencaharian kebanyakan dari bertani, bertenak dan berdagang menurut saya sudah bisa tergolong kampung yang cukup sejahtera jika dilihat dari sektor ekonomi. Saya yakin banyak diantara penduduk dikampung saya tergolong orang-orang kaya, walaupun sebenarnya saya hampir tidak bisa membedakannya, karna penduduknya rata-rata lebih memilih hidup sederhana dan ahli sedekah.


Aktifitas warga pada pagi hari dumulai dengan shalat subuh berjamah di masjid, tidak pernah aku temukan jamaah shalat subuh sebanyak jamaah subuh dikampungku, bahkan jamaah subuh terkadan lebih banyak dibandingkan dengan waktu shalat lainnya. Dan tak hentinya aku bersyukur kepada Allah swt, yang telah memberikan aku keimanan dan kesehatan sehingga aku masih bisa berjejal diantara jamaah-jamaah masjid dikampungku.
Tidak ada pemandangan yang lebih indah dibandingkan dengan melihat para warga-warga senior (orang-orang tua) yang berdiam dimasjid habis shalat subuh sampai fajar, suara langkah para warga yang menyebar untuk mencari rizki halal ladang, kantor maupun tempat dagang merela, pemuda dan anak-anak sebagian pergi menuntuk ilmu agama dan dunia,  para ibu rumah tangga sibuk memastikan hidangan tersaji untuk suami dan anak-anak mereka dan mengurusi berbagai aktifitas rumah tangga, tawa riang anak-anak di gendong ibu bapak mereka, MasyaAllah pemandangan yang hampir sempurna.

Biarpun tergolong jau dari perkotaan, tapi warga dimapungku sangat sadar akan pentinganya pendidikan untuk putra putri mereka, buktinya walaupun ada beberapa warga yang kurang mampu akan tetepi putra putri mereka bisa sekolah tinggi. Tidak ketinggalan, warga yang tua-tua juga tidak kalah dalam menuntut ilmu, terutama ilmu agama. Tiap semiggu sekali tetap diadakan pengajian rutin, yang selalu ramai dihadiri para jamaah dari semua kalangan umur. Saya sangat simpati dengan ulama yang mengisi pengajian di kampung saya, selain karna ilmunya (lulusan al-azhar mesir) beliu juga sangat hebat memotivasi warga dikampungku untuk terus menjaga iman dan takqwa.

Tidak ada kekerasan yang terlihat dalam penyelesaian masalah-masalah dikampungku, semua di musyawarahkan di masjid. Masjid menjadi pusat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalah yang ada di kampungku. Masjid bisa dikatakan sebagai pusat pemerintahan jika kampungku ditinjau dari bentuk sebuah negara. Oleh karna itu masjid hampir tidak pernah sepi, mulai dari pengajian rutin, shalat berjamaah, berbagai kegiatan sosial, musyawarah dan berbagai kegiatan positif lainnya.

Terakhir saya ingin bercerita tentang gadis-gadis di Kampungku, gadis-gadis cantik berkerudung sopan yang jika dipandang, akan menambah cahaya Iman. Gadis yang sungguh tidak layak jika dijadikan pacar jika ditinjau dari gaya berpacaran akhir zaman. Mereka adalah calon-calon istri setia yang akan melahirkan anak-anak berahklak mulia.
Tidak seperti di kota-kota, gadis-gadisnya sangat bangga memamerkan aurat mereka, sehingga hampir para pemudanya sangat kesulitan menjaga iman dan pandangan mereka.

Demikian sebuah cerita, dari seorang yang sedang bermimpi dan berharap ketika terbangun memiliki cukup daya untuk mewujudkannya.


shalawat and salam to Muhammad saw